Gema7,Sijunjung (Sumbar)____ Lagi-lagi, paket yang dikelola oleh Dinas BMCKTR Sumbar pada paket Rehabilitasi jalan ruas Tanjung Ampalu-Sijunjung (P.008) yang dikerjakan oleh PT.Arpex Primadhamor dengan anggaran Rp.1,2milliar dengan waktu 90 hari kalender yang diduga asal-asalan dan tanpa pengawasan.
Hasil investigasi media ini dilapangan tidak satupun tim teknis dan konsultan pengawas berada di lapangan. Parahnya,pekerjaan dengan no Kontrak 620/21.1/KTR-P.008/BM/IV/2026 Untuk timbunan bahu jalan tidak memakai baby roller, tanpa baby roller akan mengakibatkan kepadatan timbunan tidak stabil.
Sementara, dilapangan media ini hanya bertemu dengan pelakasana. Dan ketika dikonfirmasikan dari mana asal material batu untuk pasangan batu bronjong tidak mengetahui darimana asal quarynya termasuk timbunan base untuk bahu jalan juga tidak diketahui darimana asalnya.
Parahnya, dalam pantauan media ini dilapangan. material batu untuk pasangan batu baronjong diduga asal - asalan karena terlihat batu yang terisi kedalam baronjong banyak yang kecil - kecil disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis.
Dengan kejadian ini, CV, RF Consultant selaku Konsultan Pengawas diduga hanya makan gaji buta karena tidak berada dilapangan. Akibatnya PT.Arpex Primadhamor selaku kontraktor pelaksana diduga bekerja asal-asalan karena tidak diawasi oleh konsultan pengawas.
Saat di konfirmasikan kepada Elfiandi Ibrahim selaku Kabid BMCKTR Sumbar,mengatakan "Sudah saya sapaikan ke PPKnya pak untuk ditinjau". Ungkap Elfiandi dengan singkat.
Untuk berita selanjutnya media ini akan mengkonfirmasikan kepada pihak-pihak yang terkait agar dapat memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat luas.
#md


Post a Comment