PT.Arpex Primadhamor disinyalir Mengunakan Material “illegal” Sementara Mantan Walikota Padang di Sebut - sebut yang Mengelola Kegiatan?

 

Diduga Mengunakan Material “illegal”


Gema7, Sijunjung (Sumbar)__ Terkait berita sebelumnya dengan judul "PT.Arpex Primadhamor diduga Bekerja Tanpa Tim Teknis dan Tanpa Konsultan Pengawas. Ada Apa Dengan Dinas BMCKTR Sumbar?", bahkan. dari informasi yang beredar, Mantan Walikota Padang disebut - sebut yang memegang kendali atas perusahaan yang bekerja pada kegiatan tersebut, saat dikonfirmasi Hendri Tim media ini, Jumat, (32/07) kepada Armizoprades, ST.MT, selaku kepada dinas Bina marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar mengatakan akan melakukan pengecekan dilapangan.


kepala dinas yang akrab dipanggil Armi ini menambahkan, Rabu kemarin dirinya sudah kelapangan guna melakukan pemeriksaan, dirinya menemukan tim teknis dan pengawas lengkap berada dilapangan. "Saat saya kelapangan, tim teknis dan konsultan ada dilapangan," ujarnya.


Armi juga menambahkan, saat ini dirinya sedang berada di Agam, meninjau proyek yang ada di Agam, namun dia menyarankan untuk bahan material sebaiknya dikonfirmasi kan ke Pejabat pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut. 


 "Untuk dari mana asal meterialnya, Langsung tanyakan ke PPK, karena saat ini saya di Agam," ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler.


Diduga, dengan adanya pemberitaan dari wartawan beberapa hari yang lalu, tim teknis dan konsultan pengawas baru hadir di lapangan untuk mengawasi kegiatan tersebut, hal ini mengindikasikan proyek tersebut baru diawasai setelah viral dari pemberitaan wartawan.


Seperti diberitakan sebelumnya, Lagi-lagi, paket yang dikelola oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang BMCKTR Sumbar pada paket Rehabilitasi jalan ruas Tanjung Ampalu-Sijunjung (P.008) yang dikerjakan oleh PT.Arpex Primadhamor dengan anggaran Rp.1,2milliar dengan waktu 90 hari kalender yang diduga asal-asalan dan tanpa pengawasan..


Sementara, berdasarkan informasi dari salah seorang pegawai yang bertugas di dinas BMKCTR yang tidak mau disebutkan namanya, kegiatan tersebut dikelola oleh mantan walikota Padang. 


Dengan pemberitaan media ini beberapa waktu yang lalu, yang diduga terkesan asal-asalan, jika mantan walikota Padang yang bertanggung jawab untuk Pt Arpex Primadhamor ini jelas sangat disayangkan. Karena diduga merugikan negara kalau Proyek ini tidak sesuai spek dan dugaan menggunakan material Illegal.


Untuk berita selanjutnya, media ini akan mengkonfirmasikan kepada pihak pihak yang terkait. 


#Md

Labels: ,
This is the most recent post.
Older Post

Post a Comment

[facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.