![]() |
| Terlihat Pasangan Mortar yang dikerjakan oleh PT. Anathama Kontruksi Utama |
Gema7, Sijunjung (Sumbar)__ Pekerjaan konstruksi pada penanganan jembatan Pile slab ruas 6012-muara kalaban-tanah Badantuang SDA 22900 (km 105150) yang berlokasi di kabupaten Sijunjung, PT. Anathama Kontruksi Utama selaku Kontraktor pelaksana diduga minim bobotnya, hal ini semenjak terkontrak pada tanggal 11 Maret 2026, belum ada tanda tanda pemasangan tiang pancang.
Saat media ini kelapangan dilokasi, tidak tidak ditemukan tim teknis dan pengawasan dari Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Sumbar. Media ini hanya bertemu dengan salah seorang inspektur bernama ihsan yang hanya baru bekerja 2 hari. Apalagi material untuk pasangan mortar disisi jembatan disinyilir juga menggunakan material Illegal. Tanggal (23/72026)
Parahnya, saat dikonfirmasi kepada ihsan mengenai progres pekerjaan yang dikerjakan PT. Anathama Kontruksi Utama, Ihsan tidak mengetahui berapa bobot pekerjaan tersebut dan tidak mengetahui asal batu untuk pasangan mortar pada pekerjaan itu.
Proyek yang menghabiskan anggaran Rp. 11 milyar lebih dengan nomor kontrak EP-01KGY2PX80FP8F3JWNHHHJ77XQ bersumber dari dana APBN ini di duga asal - asalan juga lemah pengawasan Baik dari PPK maupun konsultan.
Selain itu, adukan untuk pasangan Mortar diduga asal asalan. Bahkan, minim rambu rambu dan Alat Pelindung Diri (APD). Sementara Anggaran untuk menyediakan APD agar para pekerja terlidungi dari kecelakaan kerja dan anggaran untuk menyediakan rambu - rambu ada di kontrak kerjanya.
Saat dikonfirmasi tim media ini kepada Dhani Asri, ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) balai pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomor 085257754xxx masih bungkam seperti biasanya tidak membalas konfirmasi media ini.
Untuk berita selanjutnya kami akan mengkonfirmasikan kepada pihak pihak terkait agar bisa memberikan informasi kepada masyarakat luas.
# Md


Post a Comment