Disinyalir CV Inara Bakti Kencana Mengunakan Material “illegal”, Kadis SDABK Bungkam
![]() |
| Diduga pekerjaan asal-asalan di depan SMP 27 Gunung Sariak Padang |
PADANG, Gema7.com___ Lagi - lagi, Kadis SDABK bungkam saat dikonfirmasi . Bahkan, diduga Rekanan menggunakan material tak berizin pada Pekerjaan pembangunan Sungai Batang Paku yang berlokasi di kawasan Gunung Sariak, (Depan SMP 27) Kota Padang, yang dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kota Padang, kembali menjadi sorotan.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Inara Bakti Kencana dengan nilai kontrak sekitar Rp2 miliar tersebut diduga menggunakan material illegal yang belum jelas legalitas sumbernya.
![]() |
| Plang Proyek |
Selain persoalan material, pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga mendapat sorotan karena diduga tidak menggunakan bak takaran (dolak) sebagaimana yang semestinya digunakan untuk memastikan komposisi material sesuai kebutuhan pekerjaan. Lalu bagai mana mutu pekerjaan tersebut jika tidak ada Tim Teknis?
Parahnya, saat media ini dilokasi pekerjaan tidak bertemu dengan Tim Teknis karena hanya ada pelaksana proyek dan konsultan pengawas dilapangan, dan mereka tidak mengetahui dari Quary mana asal material tersebut.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, dari Gubernur atau Polda Sumbar mengingat pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi sorotan. Sejumlah pekerja di lokasi proyek diduga minim menggunakan alat pelindung diri (APD). Padahal, penggunaan APD merupakan bagian penting dalam pekerjaan konstruksi guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Sorotan terhadap proyek tersebut semakin mengemuka karena masyarakat tentu berharap pekerjaan yang menggunakan anggaran miliaran rupiah dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Bungkam Saat Dikonfirmasi
Untuk memperoleh penjelasan terkait dugaan penggunaan material yang tidak jelas legalitasnya, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga penerapan K3 di lokasi proyek, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Rifda selaku Kepala Dinas SDABK.
Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan disebut belum memberikan tanggapan atau penjelasan terkait sejumlah pertanyaan tersebut.
# Md














