Vega Selaku Satker PJSA BWSS V Padang, Berikan Jawaban Singkat Terkait Pekerjaan PT. Arafah Alam Sejahtera


Kendaraan roda empat tidak bisa dilewati ketika ada mobil di depan.


Gema7, Padang__  Terkait pemberitaan media gema7.com pada pembangunan Urban Flood Control System Improvement In Selected Cities Phase II - Padang Sub Project (MYC) kota Padang, yang di kerjakan oleh Pt. Arafah Alam Sejahtera. Dan menelan dana kurang lebih Rp. 100 Millyar yang terkotrak tertanggal 12 Desermber tahun 2023 yang lalu. Dengan judul berita sebelumnya “Tak Hanya Ka. Balai, Vega Selaku Satker PJSA BWSS V Padang juga Bungkam dikonfirmasi Wartawan”, baru ditanggapi Vega selaku Satker PJSA setelah beritanya viral.


Kemarin 27 Februari 2026 Vega selaku Satker PJSA Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V) berikan jawaban melalui pesan singkat WhastAap dari beberapa pertanyaan yang dikonfirmasikan media gema7.com.


“ Pada prinsipnya kami berusaha pelaksanaan pekerjaan tersebut berjalan sesuai prosedur dan telah melalui berbagai pengawasan Pak”. kata Vega singkat.


Sementara, terlihat bahwa. pasangan batu Grib yang dikerjakan oleh Pt. Arafah Alam Sejahtera diduga tidak sesuai Spesifikasi Teknis karena ukuran batu kecil - kecil dan coran Rabat Beton tanpa timbunan yang membuat mengendara roda empat tidak bisa berpapasan. karena lebarnya terlalu kecil. 


Lalu, siapa saja Tim Ahli ataupun dari dinas yang memeriksa pekerjaan yang disebutkan Vega selaku Satker BWSS V kepada gema7.com. Bagai mana asal - usul quary untuk material yang didatangkan ke proyek tersebut dan dari mana BBMnya dipasok ?


Sementara, waktu pelaksanaan pekerjaan 630 hari kalender yang diperkirakan selesai Oktober tahun 2025. Kok masih belum PHO juga. Ada apa?


Anehnya, beberapa pertanyaan media gema7.com belum ada jawaban dari Vega selaku Satker di Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V). Seperti :


Untuk pasangan batu jeti yg dikerjakan Pt. Arafah Alam Sejahtera ini berapa ukuran batunya bagian bawah, tengah dan bagian atas pak?


Untuk coran readimix disepanjang aliran sungai yang dipasang batu jeti yang dikerjakan Pt. Arafah berapa ketebalan corannya pak? sebab menurut pantauan kami diduga sangat mempersempit jalan karena tidak bisa jalurnya dilewati mobil berpapasan. (harus mundur panjang dulu) 


Untuk coran readimix ini apakah di RAB tidak ada timbunannya pak? sebab coran sangat tinggi.(tidak bisa lewat kalau mobil berpapasan)


Untuk berita selanjutnya media ini akan terus mengkonfirmasikan kepada pihak - pihak terkait. Dan mengenai jawaban Vega selaku Satker BWSS V Padang. Bagai mana tanggapan Naryo Widodo selaku Kepala Balai..?


# Md

Labels:
This is the most recent post.
Older Post

Post a Comment

[facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.