Gema7,Bukittinggi Sumbar__ Komunitas Kalsit untuk pekerjaan bronjong pada Pekerjaan Longsoran kawat bronjong pada ruas Manggopoh - Padang Luar Bukittinggi yang di kerjakan secara swakelola oleh Unit Layanan Gangguan (ULP) Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sumatera Barat menuai sorotan.
Sementara Hasil pantauan media www.gema7.com dilapangan beberapa waktu yang lalu disinyalir mengada - ada karena menggunakan Komunitas yang tidak sesuai bahkan tidak diawasi dengan baik apalagi minim rambu - rambu pada kegiatan tersebut.
Ironisnya, Untuk material yang di datangkan pada kegiatan tersebut diduga menggunakan material ilegal dan untuk pasangan geotex pada padangan beronjong tersebut disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis.
Saat media ini mengkonfirmasikan kepada Mitra Hengki selaku UPTD ULP Alkal hari ini tanggal 28/9/2026 belum bisa memberikan klarifikasi yang lengkap kepada media ini.
“ Pekerjaan beronjong dilakasanakan swakelola oleh tim ULG (unit layanan gangguan jalan) yang tim pelaksananya selalu ada dilapangan selama pengerjaannya materialnya berasal dari PT aceh halaban, untuk lebih jelasnya bisa hubungi pelaksana yang dilapangan”. Ungkap Mitra Hengki
Sementara, untuk pekerjaan yang di swakelolakan Dinas BMCKTR harusnya akan menjadi percontohan bagi rekanan yang berada di Sumbar. Kini di Sinyalir asal - asalan dan kuat menggunakan material ilegal.
Bahkan, PT. Aceh yang disebutkan Mitra Hengki selaku quary yang memasok material batu pada kegiatan ruas manggopoh - padang Luar diduga tidak pernah memberikan dukungan material pada kegiatan tersebut. Bahkan komunitas yang dimiliki oleh Pt. Aceh tersebut adalah Kalsit.
Aturannya,IP (Izin Pertambangan) Komunitas Kalsit secara hukum tidak boleh digunakan untuk menjual batu untuk bronjong, kecuali jika komoditas batu tersebut terdaftar secara resmi di dalam dokumen izin yang dimiliki.
Kalsit terbentuk dari kalsium karbonat (CaCO₃) yang sangat rentan terhadap asam dan air hujan. Karena fungsi utama bronjong adalah untuk menahan erosi di bantaran sungai atau lereng gunung, batu kalsit yang terus-menerus terkena aliran air akan terkikis, larut, dan mengalami pelapukan dengan cepat. Hal ini membuat volume batu menyusut dan struktur bronjong menjadi kopong.
Untuk berita selanjutnya, media ini akan terus mengkonfirmasikan kepada pihak - pihak yang terkait agar dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat luas.
# Md

Post a Comment