Gema7, Padang Pariaman__ Kali ini, proyek tanggap darurat pada Pekerjaan Bencana Alam berlokasi di Pasia Laweh, Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman yang dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Nidya Karya (NK) diduga asal - asalan, tidak ada papan informasi yang jelas (Plang Proyek), mengunakan material setempat dan BBM untuk lima alat berat yang bekerja dilokasi tersebut juga diragukan.
Hasil pantauan media www.gema7.com dilapangan, karena ketidak jelasan pekerjaan itu, masyarakat bertanya - tanya siapa yang berkerja di lokasi bencana tersebut.
Sementara, untuk pasangan batu pada beronjong dilokasi disinyalir asal jadi. Karena batu baronjong di isi bukan oleh tenaga manusia melainkan diisi oleh Ekskavator yang mana lebih banyak kerikil juga batuan kecil-kecil masuk kedalam kawat baronjong tersebut.
selain batuan kecil yang ada dalam kawat baronjong, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak ada satupun yang mengunakannya seperti terlihat di gambar diatas. selain itu, tidak ditemukan Konsultan Pengawas, Tim Teknis dan tenaga ahli yang di butuhkan dalam setiap pekerkaan proyek.
ini sangat disayangkan, Kontraktor sekelas PT Nidya Karya perkerjaan yang dilaksanakan terkesan asal - asalan. Saat Pelaksana Lapangan PT Nindya Karya, Deseven, dikonfirmasikan media ini dilokasi perkerjaan tersebut Rabu (11/2/2206) mengaku pekerjaan yang dilaksanakan adalah proyek tanggap darurat milik BWSS V.
“Volume batu yang akan dipasang sekitar 3.000 kubik, dan memang dalam pelaksanaan kita menggunakan material batu dilokasi pekerjaan,” ujar Deseven.
terkait BBM Solar untuk untuk operasional alat berat excavator, Deseven menjelaskan bahwa excavator menggunakan solar industri yang dikirim langsung dari Kota Padang.
“BBM Solar Industri diantar menggunakan mobil tangki dan langsung diisi penuh ke alat berat. Biasanya dua hari sekali mobil tangki datang, jadi memang tidak ada penampungan BBM di lokasi proyek,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai minimnya penggunaan APD oleh para pekerja, Deseven hanya mengangguk dan menyatakan akan segera memerintahkan pekerja untuk menggunakan perlengkapan keselamatan.
Untuk berita selanjutnya, media ini akan mengonfirmasikan kepada pihak - pihak yang terkait.
#Md

Post a Comment