![]() |
| Terlihat ekskavator lagi mengisi kawat baronjong |
Gema7, Sumbar__ Aneh, Proyek Tanggap Darurat yang berlokasi di Pasie Laweh, Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman yang dikerjakan oleh Pt. Nindya Karya disinyalir asal - asalan dan tidak diketahui berapa estimasi pekerjaan itu karena tidak ada plang proyek di lokasi pekerjaan, namun. Saat media gema7.com mengkonfirmasikan kepada Naryo Widodo selaku Kepala Balai Sungai Wilayah Sumatera V Padang bungkam seribu bahasa.
Dengan bungkamnya Naryo Widodo menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat setempat, karena pekerjaan yang begitu besar tidak diketahui dari mana anggarannya.
Saat media ini menelusuri kelokasi pekerjaan Pasie Laweh, Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. tidak satupun Tim Teknis dan Konsultan pengawas dilapangan, sementara dalam suatu perusahaan besar seperti Pt. Nindya Karya tidak mungkin kekurangan Tim Teknis dan tenaga Ahli. Akan tetapi, media ini hanya bertemu dengan Pelaksana Lapangan Pt Nindya Karya.
Parahnya, aspek keselamatan kerja di lapangan juga terkesan diabaikan. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun sepatu kerja, sebagaimana lazimnya pada pekerjaan konstruksi berisiko tinggi, terlebih di area sungai dengan aktivitas alat berat.
Dan untuk pengisian batu untuk baronjong tersebut tidak memakai tenaga manusia, melainkan menggunakan Exsapator. ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat karena isi kawat baronjong bukan batu saja, melaikan tanah dan pasir juga masuk kedalam kawat baronjong tersebut. apakah ini sesuai dengan schedulenya?
Sementara pelaksana lapangan PT Nindya Karya, Deseven, yang ditemui Gema7.com di lokasi proyek, Rabu (11/2/2206) mengaku pekerjaan yang dilaksanakan adalah proyek tanggap darurat milik BWSS V.
“Volume batu yang akan dipasang sekitar 3.000 kubik, dan memang dalam pelaksanaan kita menggunakan material batu dilokasi pekerjaan,” ujar Deseven.
Saat disinggung mengenai minimnya penggunaan APD oleh para pekerja, Deseven hanya mengangguk dan menyatakan akan segera memerintahkan pekerja untuk menggunakan perlengkapan keselamatan.
Namun ketika ditanya lebih lanjut terkait siapa General Superintendent (GS) proyek serta berapa estimasi biaya pemasangan beronjong pada proyek tanggap darurat tersebut, Deseven mengaku tidak mengetahuinya.Anehnya, Deseven juga mengaku tidak mengetahui PPK ataupun Kasatker proyek Tanggap Darurat tersebut.
Untuk berita berikutnya media ini akan mengkonfirmasikan kepada pihak - pihak terkait.
#Md

Post a Comment